|
Fasilitas
dan Pelayanan Masyarakat
|
| Pandhito Panji Foundation - Remote Sensing Research Center (PPF-RSRC) bekerjasama
dengan banyak pihak untuk melakukan penelitian lingkungan hidup, perkotaan,
kepulauan dan berbagai tema lainnya. |
Aktifitas penelitian
|
| 1. |
Bidang Remote Sensing |
|
Pandhito Panji Foundation - Remote Sensing Research Center
(PPF-RSRC) melakukan penelitian dalam bidang remote sensing dan Sistem
Informasi Geografi (SIG), terutama pengembangkan teori gelombang elektromagnetik
dan synthetic aperture radar (SAR), Pesawat Tanpa Awak (UAV) dan Small
Satellite. Beberapa hasil penelitian kami telah diterapkan untuk monitoring
Lingkungan kawasan Indonesian. Hasil penelitian kami telah dipublikasikan
di journal dalam dan luar negeri, serta hasil nyata telah diterapkan untuk membantu
Pemerintah daerah di Indonesia, serta organisasi dan pemerintah asing

Fig. Pesawat Tanpa Awak kami dengan rentang sayap 6 meter untuk membawa
radar berpolarisasi pertama di dunia.
|
| 2. |
Bidang radar |
|
2.1. Sensor petir |
|
PPF-RSRC mempunyai fasilitas monitoring gelombang petir secara pasif dengan
menggunakan perangkat radar atau sensor petir yang mempunyai kemampuan
monitoring dengan radius 100, 200 and 300 miles dengan stasiun monitoring di Bandung. Sehingga PPF-RSRC dapat memonitoring
distribusi petir yang near-real-time terjadi di kota Palembang(utara),
Madiun (timur) dan Pulau Chirstmas (Selatan). Hasil penelitian ini diharapkan
dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik cuaca Indonesia kawasan
Barat. Data-data ini nantinya dapat diterapkan untuk keperluaan mitigasi
bencana dan memecahkan fenomena terjadinya gelombang petir di kawasan tropis,
khususnya Indonesian bagian barat.
|
|
2.2. Radar bawah tanah |
|
Kami juga mengembangkan perangkat radar aktif dengan menggunakan very low
frequency (VLF) bersama lembaga pendidikan tinggi di Bandung dan Jakarta
dan lembaga pertambangan untuk keperluan observasi minyak dan gas. Radar
ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi survey calon lokasi ladang
minyak dan dapat mengurangi pengrusakan lingkungan akibat kegiatan pengeboran
situs tambang minyak. Teknologi yang kami kembangkan merupakan original
hasil pemikiran para staf foundation kami yang disesuaikan dengan sifat
alam Indonesia. Radar yang kami kembangkan ini dapat pula dipergunakan
untuk pemetaan plate bumi, sungai bawah tanah, sumberdaya alam lain selain
minyak dan gas, mitigasi gempa dll. Di samping penerapan di bidang militer
juga bisa dilakukan, misalnya konstrusi jaringan radar pendeteksi kapal
selam asing, deteksi dini torpedo track dll
|
|
2.3. Synthetic aperture radar |
|
PPF-RSRC mengembangkan teknik pengolahan citra satelit dengan sensor synthetic
aperture radar (SAR). Dimana hasil penelitian ini telah banyak dimuat di
journal internasional, khususnya International Journal of Remote Sensing.
Saat ini PPF-RSRC melakukan mosaicking citra SAR untuk pemetaan seluruh
dunia. Citra mosaick ini digunakan untuk pengembangan teknologi SAR yang
dikembangkan pula oleh PPF-RSRC. Dari citra mosaick ini dapat diketahui
fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi, khususnya wilayah Asia.

Fig. Pengembangan small satellite dan pengukurannya dan anechoic chamber

Fig. Pengembangan small satellite dengan synthetic aperture radar (SAR)
sebagai payload pertama di dunia untuk observasi bumi, serta sistem baru
untuk telemetri dan imaging menggunakan GPS signal.
Staff ahli PPF-RSRC yang juga staff pengajar di universitas (Jepang) juga
memberikan bimbingan kepada mahasiswa-mahasiswa dari berbagai Negara dalam
bidang SAR untuk monitoring permukaan bumi. Human-network yang telah dibangun
oleh PPF-RSRC ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat Indonesia pula,
khususnya dalam pengembangan perangkat dan ekstrasi informasi dari citra
SAR. Selama ini staff PPF-RSRC juga telah membimbing mahasiswa di Teknik
Geodesi, ITB dalam bidang SAR ini. Hasil penelitian dari bimbingan ini
diharapkan dapat memberikan kemajuan bagi pengembangan teknik-teknik monitoring
dengan menggunakan SAR di Indonesia, dimana wilayahnya hampir setiap tahun
tertutup oleh awan sehingga penggunaan sensor SAR merupakan alternatif
teknologi yang dapat digunakan oleh Indonesia.
|
3. Bidang mobile satellite communications |
Dalam bidang sistem komunikasi, PPF-RSRC mengembangkan antenna untuk keperluan
komunikasi satelit bergerak (mobile satellite communication, contoh gambar
di bawah) dan radar (radio detecting and ranging). Antenna ini diharapkan
dapat menjawab kebutuhan mobile satellite communications generasi mendatang,
khususnya pembangunan infrastruktur komunikasi kawasan Asia dengan menggunakan
sarana satelit yang murah, sehingga terjangkau oleh seluruh kalangan pemakai.
Antena-antena yang telah PPF-RSRC kembangkan telah dipatentkan untuk pasar domestik dan dunia. FAQ mengenai desain antenna dapat dibaca di FAQ website.
|

Antena untuk keperluan mobile satellite communications (tebal 1.6 mm)
[foto bersama pendesain : J. Tetuko S.S.], silakan refer paper dan buku
|
Dari hasil penelitian PPF-RSRC ini, PPF-RSRC ingin membuktikan bahwa hasil
karya manusia Indonesiapun mampu bersaing dengan peneliti luar negeri,
khususnya negara-negara yang telah dikenal maju dalam bidang penelitian.
Pada tanggal 19 April 2004 hasil penelitian PPF-RSRC ini telah menerima
penghargaan (award) dari "Nanohana Competition 2004" oleh President (rektor) Chiba University dan Chiba bank, Jepang, serta pada tanggal 3 December 2004 "Open Research 2004 Chiba University President Chiba University award" atas hasil penelitian di bidang mobile satellite communications ini. Hasil penelitian ini dapat diterapkan untuk keperluan rumah tangga hingga militer, khususnya sistem pengendali rudal dan pesawat tanpa awak.

[a] Sebelum kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 3 November 2005) [lihat
/ download : resolusi tinggi]

[b] Sesudah kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 3 September 2006) [lihat / download : resolusi tinggi]

[c] Sesudah kebocoran lumpur panas (Citra ASTER 13 November 2006) [lihat / download : resolusi tinggi]
Gambar Minggu ini :
(Gambar atas) Gambar di atas menunjukkan citra ASTER bencana kawasan lumpur
panas di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yang direkam pada tanggal 3 November
2005 (sebelum kecelakaan), 3 September 2006 (setelah kecelakaan), dan 13
November 2006 (setelah lumpur dialirkan ke sungai Porong, Sidoarjo). Perhatikan
perubahaan warna air di sepanjang sungai Porong.
Foto di atas dan sample lumpur diambil oleh Josaphat Tetuko Sri Sumantyo pada tanggal 8 September 2006 [Download : high resolution].
(Gambar bawah) Gambar ini menunjukkan hasil pengecekan akurasi citra ASTER
Level 1B dioverlay dengan menggunakan data vektor (digital map Bakosurtanal)
jalan wilayah kota Bandung. Citra ASTER baik untuk pembuatan peta skala
1:50,000 [Download : resolusi tinggi]

|
|